Feed on
Posts
Comments

Kepada Yth.

Ahmad Sabiq bin Abdul Lathif Abu Yusuf

(Penulis Matahari Mengelilingi Bumi)

D/a: Penerbit Pustaka Al Furqon

Kompleks Ma’had al-Furqon al-Islami

Srowo-Sidayu-Gresik 61153

Indonesia.

 

As.Wr.Wbrkth.

Pertama, saya ucapkan selamat atas penerbitan buku bapak yang berjudul,”Matahari Mengelilingi Bumi”, semoga niat bapak menulis buku yang isinya cukup kontroversial ini, tidak “kontroversi” dengan niat bapak yang suci untuk menegakkan Agama Allah.

Namun kendati demikian, dengan segala kerendahan hati, setelah saya pribadi membaca “ Matahari Mengelilingi Bumi”, izinkanlah saya ‘sedikit nimbrung’ atau mungkin boleh dibilang ‘memberi sedikit masukan’ atas tulisan yang menurut saya (maaf) merupakan dukungan atas Teori Ptolomeous, yang amat dipuja oleh para pendeta Nasrani di abad kegelapan tempo dulu; bahkan konon, Teori Ptolomious yang dibukukan berjudul “Collection” itu telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab dengan judul “al-Maghist”, yang menurut kabar burung, buku yang ditulis dengan huruf Arab tesebut, telah banyak “menggelincirkan” para ulama Islam yang tidak meneliti ilmu Astronomi secara langsung di lapangan. (dipercaya begitu saja, karena setiap kitab behuruf Arab itu dianggap benar)


Selanjutnya ada hal yang amat saya sayangkan, bahwa penulisan buku “Matahari Mengelilingi Bumi”, tidak mengikut sertakan penemuan para astronom Muslim sebagai acuan ilmu, seperti Ibnu Sina, Al-Battani, Ibnu Haitam, Al-Hawarizmi, dan banyak lagi yang lainnya; bahkan Prof. Adussalam (Pakistan) yang pernah mendapat Hadiah Noble pun sama-sekali tak disinggung-singgung. Padahal, mereka adalah tokoh ‘kelangitan’ yang cukup penting, yang banyak mempengaruhi para astronom Barat berkat hasil penelitiannya yang gemilang yang tidak hanya berdasarkan ayat-ayat Qur’aniyah belaka, namun didukung oleh ayat-ayat Kauniyah yang bertebaran di segenap alam semesta (perintah Allah ‘azza wajalla agar kita menggunakan akal-sehat sebagai interaksi dari kecerdasan fikir dan kehalusan/ketajaman kalbu). Kata Imam Al-Ghazali, akal itu bukan sekedar fikiran, namun gabungan antara fikiran dengan kalbu manusia Continue Reading »

ORANG ISLAM YANG MEYAKINI MATAHARI MENGELILINGI BUMI, KEMBALI PADA ABAD KEGELAPAN YANG MARAK DENGAN TAQLID DAN KEBODOHAN!

Oleh: Dedy Suardi

Saudaraku sesama muslim yang berbahagia! Kebangkitan Islam telah lama kita gembar-gemborkan sambil sebahagian dari kaum muslimin tak bangkit-bangkit seingsutpun dari oggokan kebodohan, yang membikin kecemerlangan Cahaya Al-Qur’anul Karim seakan-akan kita kusamkan kembali berkat kekhilafan dari para pengkajinya!

Kini, di abad Robot Opportunity dan Spirit merangkak-rangkak di permukaan planet Mars untuk melacak kandungan air yang menunjang kehidupan, pro-kontra yang punya kaitannya dengan falaq benda-benda langit, telah marak kembali, bahkan nyaris diornamen oleh sumpah-serapah dan caci-maki yang tidak sesuai dengan keluhuran budi yang diajarkan oleh Agama Islam yang kita junjung tinggi!

geocentrisSebagaimana kita ketahui bersama, “ABAD KEGELAPAN” diwarnai secara kusam oleh seorang tokoh fanatik bernama Ptolomeus (1140-1101 SM) dari Alexandria.! Beliau meyakini tanpa ampun bahwa Bumi kita yang kita tempati ini merupakan pusat alam semesta raya dan diam tidak bergerak! Matahari, bulan dan bintang-bintang, beliau anggap sebagai benda-benda kecil yang memutari planet Bumi! Jadi, planet kita (Bumi) diyakini sebagai benda yang paling besar di jagat raya! Dengan keyakinan yang tak bisa ditawar-tawar itu, maka muncullah sebuah teori yang benar-benar dikeramatkan selama 18 abad oleh para pendukungnya yang dijuluki “TEORI GEOCENTRIC”!

Guna melestarikan keyakinan tersebut, maka muncullah ultimatum keramat yang disiarkan ke seantero negeri: “SIAPA SAJA ORANGNYA YANG MEREKAYASA TEORI LAIN DI LUAR TEORI YANG TELAH DIKUKUHKAN OLEH FIHAK GEREJA (geocentric), MAKA ORANG TERSEBUT WAJIB DIHUKUM PANCUNG!” (karena dianggap menyebarkan pemurtadan)

heliocentrisNamun, dalam suasana ultimatum yang cukup mencengangkan itu, tak pelak muncul seorang tokoh pembaharu bernama Copernicus yang dengan berani mencanangkan teori baru yang berseberangan dengan teori yang dikeramatkan tersebut; terkelal dengan TEORI “HELIOCENTRIS”, yang menandaskan bahwa Bumilah yang mengelilingi Matahari! Bahkan Bulan, dan planet-planet yang lain pun mengelilingi Matahari! Jadi Matahari untuk sementara dianggap sebagai pusat alam semesta!

Tal lama kemudian sang tokoh kontroversial tersebut dikejar-kejar oleh para penganut GEOCENTRIC untuk dimusnahkan! Bahkan seorang tokoh bernama Bruno, sempat dibakar hidup-hidup! Tak ayal lagi kemajuan ilmu pengetahuan dibekam habis-habisan oleh manusia jahiliyah yang ingin mempertahankan kebodohan di muka Bumi ini, sehingga ABAD KEGELAPAN yang direkayasa oleh sekelompok manusia ‘fanatik’ nyaris menggelapkan segala-galanya, seakan-akan ingin memupus segala kebenaran yang dipancarkan oleh Sang Pemilik Cahaya di Atas Cahaya, Allah Rabbul Alamin!

Padahal, jauh beberapa abad sebelumnya (pasca para sahabat), para ulama Islam pun (berdasarkan kajian dari Al-Qur’an), seperti Al Battani, Ibnu Haithem, Ibnu Sina (Avicenna) dll, telah mentah-mentah menolak kefanatikan yang disodorkan oleh Ptolomeus tersebut! Az-Zumar ayat-5 mengatakan: “Ia telah menciptakan langit dengan haq, dipusingkan-Nya malam kepada siang, dan dipusingkan-Nya siang kepada malam.” Continue Reading »